Solo, 4 September 2026 – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan kunjungan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, merupakan silaturahmi pribadi dan bukan bagian dari agenda resmi kenegaraan. Kementerian Luar Negeri tidak menerima pemberitahuan maupun permohonan fasilitasi resmi dari Pemerintah Timor Leste terkait pertemuan tersebut. Karena berlangsung dalam kapasitas personal antara kedua tokoh, Kemlu juga tidak memegang rincian program kunjungan Xanana selama berada di Solo. Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan resmi kepala negara atau kepala pemerintahan biasanya melalui mekanisme korespondensi dan pemberitahuan diplomatik. Tidak adanya proses tersebut menjadi dasar pemerintah memandang pertemuan Xanana dengan Jokowi sebagai agenda pribadi.
Xanana mengunjungi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Jumat, 4 September 2026. Perdana Menteri Timor Leste tersebut tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 12.26 WIB setelah sebelumnya dijemput langsung oleh Jokowi di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali. Kedatangan Xanana kemudian disambut Jokowi di depan gerbang kediamannya sebelum keduanya masuk untuk melakukan pertemuan. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan jauh dari format protokoler sebuah kunjungan resmi kenegaraan. Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan hubungan personal yang tetap terjalin antara kedua tokoh setelah Jokowi menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden Indonesia.
Sugiono menjelaskan Kementerian Luar Negeri memiliki tugas memberikan fasilitasi apabila terdapat kepala negara atau kepala pemerintahan asing yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Fasilitasi tersebut biasanya didahului komunikasi resmi antara pemerintah negara bersangkutan dengan pemerintah Indonesia melalui jalur diplomatik. Mekanisme itu diperlukan untuk mengatur berbagai kebutuhan protokol, keamanan, agenda pertemuan, serta kegiatan resmi lainnya. Namun, prosedur tersebut tidak terjadi dalam kunjungan Xanana ke Solo kali ini. Pemerintah Timor Leste tidak menyampaikan permintaan kepada Kemlu untuk memfasilitasi pertemuan sehingga pemerintah Indonesia tidak menempatkannya sebagai bagian dari agenda hubungan resmi kedua negara.
Kemlu juga memastikan hingga saat ini belum terdapat permintaan resmi dari Xanana maupun Pemerintah Timor Leste untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Sugiono mengatakan agenda pertemuan antara Xanana dan Prabowo belum masuk dalam komunikasi resmi yang diterima kementeriannya. Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan kunjungan Perdana Menteri Timor Leste ke Indonesia juga diikuti agenda dengan pemerintah pusat. Dalam mekanisme diplomatik, pertemuan seorang kepala pemerintahan asing dengan Presiden Indonesia biasanya membutuhkan koordinasi terlebih dahulu. Karena belum ada permintaan tersebut, kunjungan yang diketahui sejauh ini tetap terbatas pada silaturahmi Xanana dengan Jokowi.
Pertemuan di kediaman Jokowi berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Ketika memasuki rumah, Xanana disambut dengan alunan musik keroncong Bengawan Solo yang menjadi salah satu karya musik paling dikenal dari Kota Solo. Xanana terlihat menikmati sambutan tersebut dan bahkan mengikuti alunan lagu yang dimainkan. Jokowi kemudian mengajak tamunya makan siang bersama sebelum keduanya melanjutkan pembicaraan secara tertutup. Suasana tersebut semakin menegaskan karakter pertemuan yang bersifat personal dibandingkan sebuah agenda diplomatik formal dengan rangkaian protokol kenegaraan.
Dalam pertemuan itu, Xanana menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Jokowi selama memimpin Indonesia. Ia menilai pembangunan pada periode pemerintahan Jokowi tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, tetapi juga diarahkan menuju berbagai wilayah lainnya. Menurut Xanana, pendekatan pembangunan tersebut memberikan kesan tersendiri bagi Timor Leste karena menunjukkan pentingnya pemerataan hingga ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Keduanya juga berbincang mengenai pembangunan, penciptaan lapangan pekerjaan, kerja sama, serta perubahan ekonomi global. Pembicaraan tersebut berlangsung sebagai pertukaran pandangan antara dua tokoh yang telah memiliki hubungan cukup panjang.
Hubungan Indonesia dan Timor Leste memang memiliki dimensi yang luas, mulai dari politik dan keamanan hingga perdagangan, pendidikan, pembangunan perbatasan, serta hubungan antarmasyarakat. Kedua negara berbagi perbatasan darat di Pulau Timor sehingga koordinasi pada berbagai sektor menjadi bagian penting dalam hubungan bilateral. Indonesia juga selama bertahun-tahun memberikan dukungan terhadap pembangunan kapasitas sumber daya manusia Timor Leste melalui berbagai bentuk kerja sama. Dalam konteks regional, hubungan kedua negara semakin berkembang seiring keterlibatan Timor Leste dalam ASEAN. Pertemuan personal antara tokoh kedua negara dapat berjalan berdampingan dengan komunikasi formal yang dilakukan melalui jalur pemerintahan.
Status Xanana sebagai Perdana Menteri membuat kunjungannya tetap menarik perhatian meskipun dilakukan dalam kapasitas pribadi. Dalam praktik diplomatik, perbedaan antara kunjungan resmi dan pribadi menentukan bentuk keterlibatan pemerintah negara yang dikunjungi. Kunjungan resmi biasanya memiliki agenda yang telah disusun, koordinasi antarkementerian, pengamanan, protokol, serta pertemuan dengan pejabat pemerintahan. Sebaliknya, pertemuan personal dapat berlangsung tanpa rangkaian tersebut sepanjang tidak membawa agenda resmi antarnegara. Penjelasan Kemlu diperlukan agar publik dapat membedakan hubungan pribadi antartokoh dengan kegiatan diplomatik yang mewakili pemerintah.
Pertemuan Xanana dengan Jokowi juga menunjukkan bahwa komunikasi personal antara mantan kepala pemerintahan dan pemimpin negara sahabat dapat tetap berlangsung setelah pergantian pemerintahan. Jokowi memiliki hubungan dengan berbagai pemimpin dunia yang terbentuk selama satu dekade menjabat Presiden Indonesia. Setelah tidak lagi memegang jabatan pemerintahan, pertemuan yang dilakukan Jokowi dengan pemimpin asing tidak secara otomatis menjadi bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia. Kewenangan menjalankan hubungan diplomatik dan menentukan agenda resmi negara tetap berada pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Kemlu memberikan penjelasan mengenai kapasitas pertemuan tersebut agar tidak menimbulkan interpretasi berbeda mengenai status kunjungan Xanana.
Kunjungan Xanana Gusmao ke kediaman Jokowi di Solo pada akhirnya ditempatkan pemerintah sebagai silaturahmi pribadi antara dua tokoh yang telah lama saling mengenal. Tidak adanya pemberitahuan maupun permohonan fasilitasi resmi dari Pemerintah Timor Leste menjadi alasan Kemlu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan kunjungan kenegaraan. Hingga saat ini juga belum terdapat permintaan resmi untuk mengagendakan pertemuan Xanana dengan Presiden Prabowo Subianto. Meski berlangsung secara personal, pertemuan tetap mencerminkan hubungan baik yang telah terbangun antara tokoh Indonesia dan Timor Leste selama bertahun-tahun. Pemerintah Indonesia tetap membuka mekanisme diplomatik sebagaimana biasa apabila nantinya terdapat agenda resmi yang diajukan Pemerintah Timor Leste selama kunjungan pemimpinnya ke Indonesia.