Jakarta, 13 September 2026 – Kekayaan pendiri sekaligus CEO Dell Technologies, Michael Dell, melonjak tajam seiring reli saham perusahaan teknologi yang didirikannya. Berdasarkan perhitungan Forbes pada pekan ini, kekayaan bersih Dell sempat mencapai sekitar 273,2 miliar dolar AS ketika harga saham Dell Technologies menguat sekitar 2 persen. Jika dikonversikan menggunakan kisaran nilai tukar rupiah saat ini, jumlah tersebut berada di kisaran Rp4.824 triliun. Lonjakan kekayaan itu membawa Dell naik ke jajaran teratas daftar orang terkaya dunia dan sempat menempatkannya di posisi kedua. Peningkatan tersebut menjadi salah satu lonjakan kekayaan terbesar yang dialami miliarder teknologi sepanjang 2026. Kinerja saham Dell yang sangat kuat menjadi faktor penting di balik pertumbuhan nilai aset pengusaha berusia 61 tahun tersebut.
Pergerakan kekayaan Michael Dell sepanjang tahun ini memang berlangsung sangat cepat. Pada awal 2026, kekayaannya diperkirakan berada di kisaran 141 miliar dolar AS sebelum bertambah sekitar 132 miliar dolar AS dalam kurun kurang dari sembilan bulan. Kenaikan tersebut membuat nilai kekayaannya hampir dua kali lipat dibandingkan posisi awal tahun. Perubahan nilai aset dalam skala besar dapat terjadi karena sebagian besar kekayaan miliarder teknologi tidak disimpan dalam bentuk uang tunai, melainkan terikat pada kepemilikan saham dan berbagai investasi lainnya. Ketika harga saham perusahaan meningkat, nilai kepemilikan tersebut ikut naik dan secara langsung memengaruhi estimasi kekayaan bersih. Kondisi sebaliknya juga berlaku sehingga peringkat orang terkaya dunia dapat berubah dalam waktu sangat singkat.
Michael Dell memiliki eksposur besar terhadap Dell Technologies sehingga perubahan harga saham perusahaan sangat berpengaruh terhadap nilai kekayaannya. Investor semakin optimistis terhadap perusahaan setelah bisnis infrastruktur teknologi mendapatkan dorongan kuat dari pertumbuhan kebutuhan kecerdasan buatan. Permintaan terhadap server berkemampuan tinggi, pusat data, penyimpanan, dan perangkat infrastruktur AI terus berkembang seiring perusahaan teknologi meningkatkan investasi. Dell menjadi salah satu perusahaan yang berada di tengah tren tersebut karena menyediakan berbagai perangkat yang digunakan untuk membangun infrastruktur komputasi modern. Ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis AI kemudian ikut meningkatkan minat investor terhadap saham perusahaan. Reli saham tersebut pada akhirnya memberikan keuntungan besar bagi Michael Dell sebagai pemegang saham utama.
Momentum penguatan juga didukung perhatian investor menjelang penampilan Michael Dell dalam konferensi teknologi yang digelar Goldman Sachs. Pasar menantikan pandangannya mengenai perkembangan permintaan infrastruktur AI serta prospek bisnis perusahaan dalam beberapa kuartal mendatang. Antusiasme terhadap bisnis server AI telah menjadi salah satu katalis utama saham Dell sepanjang tahun ini. Perusahaan menerima permintaan besar dari pelanggan yang membutuhkan sistem komputasi untuk menjalankan model kecerdasan buatan dengan kebutuhan pemrosesan tinggi. Tren tersebut membuat bisnis yang sebelumnya lebih banyak dikenal melalui komputer pribadi kini semakin mendapatkan perhatian sebagai penyedia infrastruktur pusat data. Transformasi tersebut memberikan narasi pertumbuhan baru yang kemudian diapresiasi investor melalui kenaikan harga saham.
Selain kepemilikan di perusahaan yang didirikannya, kekayaan Michael Dell berasal dari portofolio investasi yang jauh lebih luas. Ia mengelola sebagian aset melalui DFO Management, perusahaan investasi keluarga yang sebelumnya dikenal dengan nama MSD Capital. Portofolio tersebut mencakup berbagai jenis investasi mulai dari perusahaan publik, kredit korporasi hingga aset properti. Dell juga memiliki eksposur terhadap perusahaan semikonduktor Broadcom yang ikut mendapatkan manfaat besar dari peningkatan investasi industri AI. Diversifikasi tersebut membuat pertumbuhan kekayaannya tidak hanya bergantung pada satu perusahaan. Namun, kenaikan nilai Dell Technologies tetap menjadi salah satu pendorong terbesar karena besarnya kepemilikan Dell terhadap perusahaan teknologi tersebut.
Reli saham Dell Technologies sepanjang 2026 berlangsung ketika investor global terus memburu perusahaan yang dianggap menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur AI. Ledakan kecerdasan buatan tidak hanya menguntungkan perusahaan pembuat model AI dan produsen chip, tetapi juga mendorong permintaan terhadap server, jaringan, sistem penyimpanan, pendinginan, dan berbagai komponen pusat data. Dell mempunyai posisi strategis karena perusahaan menjual sistem server yang dapat menggunakan prosesor grafis berperforma tinggi untuk kebutuhan AI. Ketika pelanggan meningkatkan belanja modal untuk membangun kapasitas komputasi, perusahaan seperti Dell berpeluang mendapatkan pertumbuhan pesanan. Optimisme tersebut menjadi salah satu alasan investor memberikan valuasi lebih tinggi terhadap saham perusahaan sepanjang tahun ini.
Kinerja operasional perusahaan turut memperkuat optimisme tersebut. Dell Technologies membukukan pendapatan kuartal kedua sekitar 47 miliar dolar AS, sementara permintaan yang berkaitan dengan AI menunjukkan pertumbuhan sangat kuat. Nilai pesanan terkait AI yang dilaporkan mencapai puluhan miliar dolar memberikan gambaran mengenai besarnya kebutuhan infrastruktur komputasi dari pelanggan. Pertumbuhan ini menjadi penting karena memperlihatkan bahwa reli saham perusahaan tidak hanya didorong sentimen, tetapi juga ekspektasi terhadap peningkatan bisnis nyata. Investor kemudian memperhitungkan kemungkinan bahwa kebutuhan server AI masih akan bertahan selama perusahaan teknologi terus memperluas pusat data. Meski demikian, kemampuan Dell memenuhi pesanan sekaligus mempertahankan margin keuntungan tetap menjadi faktor yang akan diperhatikan pasar.
Lonjakan kekayaan membuat Michael Dell sempat melampaui sejumlah nama besar dalam daftar miliarder global. Nilai kekayaan sekitar 273,2 miliar dolar AS sempat membawanya melewati Jeff Bezos, Larry Page, Mark Zuckerberg, dan sejumlah miliarder teknologi lainnya dalam perhitungan Forbes. Posisi tersebut tidak bertahan permanen karena perubahan harga saham kemudian kembali mengubah susunan peringkat. Forbes selanjutnya mencatat kekayaan Dell bergerak lebih tinggi lagi dan berada di sekitar 276,5 miliar dolar AS pada 12 September 2026. Perbedaan estimasi juga dapat muncul antara satu lembaga pemeringkat dan lembaga lainnya karena metode penghitungan aset, harga saham yang digunakan, serta valuasi terhadap perusahaan privat tidak selalu sama. Karena itu, angka kekayaan miliarder sebaiknya dipahami sebagai estimasi yang bergerak mengikuti kondisi pasar.
Perjalanan Michael Dell menuju jajaran miliarder terbesar dunia juga berawal dari bisnis komputer yang dibangunnya ketika masih menjadi mahasiswa. Ia mendirikan perusahaan pada 1984 dengan modal awal sekitar 1.000 dolar AS dan mengembangkan pendekatan penjualan komputer secara langsung kepada pelanggan. Dell kemudian meninggalkan kuliah untuk memusatkan perhatian pada bisnis yang berkembang dengan cepat tersebut. Perusahaan mengalami berbagai transformasi besar selama beberapa dekade, termasuk menjadi perusahaan privat pada 2013 dan melakukan akuisisi EMC dalam transaksi bernilai sekitar 67 miliar dolar AS. Langkah tersebut membantu mengubah Dell dari perusahaan yang identik dengan komputer pribadi menjadi kelompok teknologi dengan bisnis server, penyimpanan data, dan solusi perusahaan. Perubahan tersebut kini menjadi semakin relevan ketika industri teknologi memasuki era investasi besar-besaran pada infrastruktur AI.
Lonjakan kekayaan Michael Dell hingga kisaran Rp4.824 triliun memperlihatkan besarnya dampak reli pasar saham terhadap nilai aset para pendiri perusahaan teknologi. Dalam hitungan hari, perubahan beberapa persen pada harga saham dapat menambah atau mengurangi kekayaan miliaran dolar karena besarnya kepemilikan yang mereka miliki. Dell menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari optimisme investor terhadap pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan sepanjang 2026. Namun, angka kekayaannya akan tetap bergerak mengikuti harga saham Dell Technologies dan nilai investasi lain dalam portofolionya. Pertumbuhan bisnis server AI, perkembangan belanja pusat data, serta kemampuan perusahaan mempertahankan momentum kinerja akan menjadi faktor penting berikutnya. Setelah memulai bisnis komputer dengan modal sekitar 1.000 dolar AS lebih dari empat dekade lalu, Michael Dell kini berada di kelompok terkecil pengusaha dengan kekayaan ratusan miliar dolar AS.