Jakarta, 29 Agustus 2026 – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menilai industri olahraga memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan sektor tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan prestasi atlet, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang melibatkan penyelenggaraan kompetisi, fasilitas olahraga, industri perlengkapan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Pemerintah melihat besarnya ekosistem tersebut sebagai peluang untuk menarik investasi sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah. Dalam kerangka yang lebih luas, pemerintah membidik realisasi investasi hingga Rp8.000 triliun sebagai bagian dari target pembangunan ekonomi nasional. Potensi industri olahraga diharapkan dapat ikut mengambil peran dalam mencapai sasaran tersebut melalui pengembangan ekosistem yang semakin terintegrasi.
Rosan menjelaskan bahwa olahraga memiliki rantai ekonomi yang panjang dan melibatkan banyak sektor pendukung. Sebuah kompetisi olahraga, misalnya, tidak hanya membutuhkan atlet dan pelatih, tetapi juga stadion, fasilitas latihan, penyiaran, transportasi, akomodasi, makanan, hingga berbagai produk yang berkaitan dengan kebutuhan penonton dan peserta. Aktivitas tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dari berbagai skala. Apabila dikelola secara profesional, penyelenggaraan kegiatan olahraga juga dapat menjadi sarana untuk menarik wisatawan dan memperkenalkan potensi daerah. Karena itu, pembangunan industri olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi ekonomi, bukan semata-mata sebagai agenda pembinaan prestasi.
Potensi investasi dalam sektor olahraga juga semakin terbuka seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai cabang olahraga. Pertumbuhan komunitas olahraga dan semakin banyaknya kegiatan kompetitif menciptakan permintaan terhadap fasilitas serta layanan yang berkualitas. Pemerintah dapat mendorong keterlibatan sektor swasta untuk membangun arena olahraga, pusat kebugaran, akademi, fasilitas pelatihan, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Investasi tersebut dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik setiap daerah agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Dengan pemerataan fasilitas, masyarakat di berbagai wilayah memiliki peluang lebih besar untuk mengakses aktivitas olahraga sekaligus mengembangkan potensi atlet lokal.
Industri olahraga juga memiliki hubungan yang kuat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Event berskala nasional maupun internasional dapat mendatangkan pengunjung dari luar daerah yang membutuhkan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan berbagai layanan lainnya. Perputaran ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan acara dapat memberikan dampak kepada pelaku usaha lokal dan memperluas kesempatan kerja. Selain itu, olahraga dapat menjadi bagian dari strategi promosi daerah melalui penyelenggaraan event yang mengangkat karakter serta potensi wilayah. Sinergi tersebut membuat olahraga memiliki nilai ekonomi yang lebih luas karena satu kegiatan dapat menggerakkan sejumlah sektor secara bersamaan.
Dari sisi investasi, pengembangan industri olahraga membutuhkan kepastian regulasi serta model bisnis yang menarik bagi pelaku usaha. Investor tentu membutuhkan gambaran mengenai potensi pasar, tingkat permintaan, ketersediaan infrastruktur, serta prospek pengembalian investasi sebelum menanamkan modal. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pihak swasta. Pengembangan fasilitas olahraga juga perlu mempertimbangkan keberlanjutan penggunaan agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya ramai ketika terdapat pertandingan atau event tertentu. Pengelolaan yang profesional menjadi salah satu faktor penting agar aset olahraga dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Target investasi Rp8.000 triliun sendiri mencerminkan besarnya kebutuhan modal untuk menopang agenda pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Dalam konteks tersebut, sektor olahraga dapat menjadi salah satu ruang baru untuk memperluas basis investasi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga dari bisnis digital, hak siar, pemasaran olahraga, merchandise, teknologi kebugaran, serta berbagai layanan berbasis data. Perkembangan teknologi membuat industri olahraga semakin terhubung dengan ekosistem digital yang membuka peluang usaha baru. Jika peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, nilai ekonomi olahraga berpotensi meningkat seiring dengan berkembangnya pola konsumsi masyarakat.
Penguatan industri olahraga juga perlu berjalan beriringan dengan pembinaan sumber daya manusia. Atlet, pelatih, tenaga medis olahraga, pengelola fasilitas, hingga profesional di bidang pemasaran dan manajemen event membutuhkan kompetensi yang memadai agar ekosistem dapat berkembang secara berkelanjutan. Investasi yang masuk ke sektor olahraga idealnya tidak hanya menghasilkan fasilitas baru, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja dan menciptakan kesempatan bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat menyebar lebih luas dan tidak berhenti pada pemilik modal atau penyelenggara kegiatan. Keterhubungan antara pembinaan prestasi, pendidikan, industri, dan investasi menjadi bagian penting dalam membangun sektor olahraga yang kuat.
Di sisi lain, pengembangan olahraga sebagai industri tetap perlu memperhatikan tujuan utama olahraga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Aktivitas ekonomi yang tumbuh harus tetap memberikan ruang bagi olahraga masyarakat dan pembinaan atlet sejak usia dini. Fasilitas yang dibangun melalui investasi dapat diarahkan agar memiliki manfaat bagi masyarakat umum sekaligus mendukung atlet profesional. Pendekatan tersebut memungkinkan pembangunan industri olahraga berjalan seimbang dengan tujuan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan ekosistem yang inklusif, pertumbuhan investasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus membantu menciptakan budaya olahraga yang semakin kuat.
Dorongan Rosan terhadap pengembangan industri olahraga pada akhirnya menunjukkan bahwa sektor tersebut memiliki peluang untuk menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Target investasi Rp8.000 triliun membutuhkan kontribusi dari berbagai sektor, termasuk bidang yang selama ini lebih banyak dipandang dari sisi prestasi dan hiburan. Pengembangan industri olahraga dapat membuka peluang investasi, memperluas lapangan kerja, menggerakkan pariwisata, serta memperkuat ekonomi kreatif apabila dikelola secara profesional. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas olahraga, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem tersebut. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta investasi yang berkelanjutan, industri olahraga diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sektor yang ikut memperkuat perekonomian nasional dan mendukung pencapaian target investasi jangka panjang.