Jakarta, 9 September 2026 – Timnas Indonesia U-20 mulai menatap persiapan menuju putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah memastikan tiket dengan status juara Grup H pada babak kualifikasi. Garuda Muda mengakhiri persaingan grup dengan mengalahkan Australia U-20 2-0 pada laga terakhir di Laos, Minggu (6/9), sekaligus mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Keberhasilan tersebut belum membuat pelatih Nova Arianto berhenti mencari komposisi terbaik karena level persaingan pada putaran final dipastikan jauh lebih tinggi. Sejumlah pemain yang tidak tampil selama kualifikasi berpeluang masuk dalam pertimbangan untuk memperkuat tim. Di antara nama yang paling menarik perhatian adalah kiper muda FC Utrecht, Mike Rajasa.
Mike mempunyai modal pengalaman internasional meskipun usianya baru 17 tahun. Penjaga gawang kelahiran Amsterdam, 6 Februari 2009 tersebut pernah membela Indonesia pada Piala Dunia U-17 2025 dan kemudian kembali menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17. Mike memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sedangkan ayahnya berasal dari Belanda. Karier sepak bolanya dibangun di Negeri Kincir Angin dan ia sempat menimba ilmu di lingkungan akademi Ajax sebelum melanjutkan perkembangan bersama FC Utrecht. Dengan tinggi badan sekitar 186 sentimeter, kemampuan membaca permainan, serta pengalaman berlatih dalam sistem sepak bola Belanda, Mike dapat memberikan persaingan baru pada posisi penjaga gawang Garuda Muda.
Kehadiran Mike menjadi semakin menarik karena Nova membawa tiga penjaga gawang, yakni Dafa Al Gazemi, Er Deva Aulia, dan Rendi Razzaqu pada babak kualifikasi. Ketiganya telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia merebut tiket putaran final, sehingga Mike tetap harus bersaing apabila mendapat kesempatan bergabung. Persaingan tersebut justru dapat memberikan keuntungan bagi tim pelatih karena tersedia lebih banyak pilihan dengan karakter berbeda. Mike dikenal bukan hanya memiliki postur yang mendukung untuk seorang penjaga gawang, tetapi juga mempunyai kemampuan kepemimpinan dan membangun permainan dari belakang. Karakter tersebut berpotensi cocok dengan kebutuhan Nova yang menginginkan organisasi pertahanan kuat sekaligus kemampuan memulai serangan secara terstruktur.
Nama berikutnya yang sangat mungkin menambah kualitas pertahanan adalah Mathew Baker dari Melbourne City FC. Baker sebelumnya tidak dapat memperkuat Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 karena tidak memperoleh izin dari klubnya. Pemain muda berdarah Indonesia-Australia tersebut sudah mempunyai pengalaman bersama kelompok usia Timnas Indonesia dan dinilai dapat menjadi opsi kuat pada sektor pertahanan. Dalam skema tiga bek yang kerap digunakan Nova Arianto, Baker dapat ditempatkan sebagai bek tengah sebelah kiri. Kemampuan membaca permainan, duel, serta distribusi bola membuat kehadirannya berpotensi memberikan variasi tambahan ketika Indonesia menghadapi lawan dengan tekanan tinggi.
Evandra Florasta juga menjadi nama yang layak masuk dalam rencana menuju putaran final. Pemain Bhayangkara FC tersebut termasuk pemain potensial yang tidak tampil dalam rangkaian kualifikasi, tetapi secara usia masih mempunyai kesempatan untuk memperkuat Garuda Muda pada 2027. Evandra sebelumnya telah menjadi salah satu pemain yang berkembang bersama kelompok usia Indonesia dan mempunyai kemampuan beroperasi dari lini tengah. Kehadirannya dapat memberikan tambahan kreativitas sekaligus meningkatkan persaingan pada sektor yang selama kualifikasi antara lain ditempati Welber Jardim, Aleandro Alam, Nazriel Alvaro, Erwin Gerard, dan Isfandyar Abdillah. Apabila perkembangannya terus berlanjut, Evandra berpotensi menjadi salah satu alternatif penting dalam menentukan keseimbangan antara permainan bertahan dan menyerang.
Satu nama lain yang sempat masuk pembicaraan adalah Mitchell Baker, tetapi situasinya berbeda karena terbentur regulasi usia. Pemain Georgetown University itu lahir pada 11 Desember 2006, sementara ketentuan yang diberlakukan untuk Piala Asia U-20 2027 mensyaratkan pemain lahir pada 1 Januari 2007 atau setelahnya. Dengan kondisi tersebut, Mitchell tidak memenuhi persyaratan usia untuk didaftarkan meskipun pada September 2026 dirinya masih berusia 19 tahun. Situasi tersebut membuat Nova tidak dapat mengandalkannya untuk putaran final dan harus mencari opsi lain yang memenuhi regulasi. Karena itu, Mike Rajasa, Mathew Baker, dan Evandra Florasta menjadi tambahan yang lebih realistis dibandingkan Mitchell apabila seluruh persyaratan serta ketersediaan pemain terpenuhi.
Indonesia sebenarnya sudah memiliki sejumlah pemain keturunan dan pemain yang berkarier di luar negeri ketika menjalani kualifikasi. Nova membawa Amar Brkic yang memperkuat Darmstadt di Jerman, Eizar Jacob dari Sydney FC, serta Welber Jardim yang berkembang bersama São Paulo FC di Brasil. Ketiganya memberikan tambahan pengalaman dan karakter permainan berbeda di dalam skuad yang mayoritas dihuni pemain dari kompetisi Indonesia. Theodore Leeming yang mempunyai garis keturunan Indonesia juga menjadi bagian dari skuad dan kini bermain bersama Persis Solo. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penambahan pemain menjelang putaran final bukan berarti membangun tim dari awal, melainkan memperluas pilihan dari kerangka skuad yang sudah berhasil melewati kualifikasi.
Tantangan pada putaran final memang jauh lebih besar karena Indonesia berada di Pot 3 bersama Thailand, Tajikistan, dan Oman. Posisi tersebut membuka kemungkinan Garuda Muda menghadapi salah satu kekuatan besar dari Pot 1 yang dihuni Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, dan tuan rumah China. Pot 2 juga tidak kalah berat dengan Uzbekistan, Irak, Iran, dan Yordania, sementara Pot 4 berisi India, Korea Utara, Malaysia, serta Lebanon. Indonesia dengan demikian berpotensi memperoleh grup dengan tingkat kesulitan tinggi sehingga kedalaman skuad menjadi sangat penting. Pengalaman pada Piala Asia U-20 2025, ketika Indonesia harus bersaing dengan Iran, Uzbekistan, dan Yaman, juga dapat menjadi pelajaran mengenai besarnya tantangan pada level kontinental.
Target Indonesia bukan hanya tampil di putaran final, tetapi berusaha melangkah sejauh mungkin dan membuka peluang menuju Piala Dunia U-20 2027. Untuk mengejar target tersebut, Nova masih mempunyai waktu melakukan evaluasi terhadap pemain yang tampil di kualifikasi sekaligus memantau perkembangan kandidat tambahan. Mike Rajasa menawarkan persaingan baru di bawah mistar, Mathew Baker dapat memperkuat sisi kiri pertahanan, sedangkan Evandra Florasta memberikan alternatif di lini tengah. Pada saat yang sama, pemain yang membawa Indonesia lolos tetap memiliki modal penting karena telah memahami sistem permainan dan tuntutan yang diberikan tim pelatih. Kombinasi pemain lama dengan tambahan berkualitas menjadi salah satu opsi bagi Garuda Muda untuk datang ke Piala Asia U-20 2027 dengan kekuatan yang lebih lengkap dan kompetitif.