Jakarta, 5 Mei 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat inflasi di Bengkulu pada April 2026 berada dalam kondisi terkendali. Stabilitas ini didukung oleh penurunan harga sejumlah komoditas pokok yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan.
Dalam rilis terbarunya, BPS menyebutkan bahwa kelompok bahan makanan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan inflasi. Penurunan harga pada beberapa komoditas strategis dinilai mampu meredam tekanan inflasi di wilayah tersebut.
Selain bahan pangan, stabilitas harga juga terlihat pada sektor transportasi dan perumahan yang relatif tidak mengalami lonjakan signifikan selama periode April. Kondisi ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
BPS menilai bahwa terkendalinya inflasi tidak lepas dari upaya berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dalam menjaga ketersediaan pasokan serta distribusi barang. Langkah-langkah pengendalian harga dinilai cukup efektif dalam mengantisipasi gejolak pasar.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. Sementara itu, pemerintah diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan agar tren positif ini dapat berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
Dengan kondisi inflasi yang relatif stabil, Bengkulu dinilai memiliki peluang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sehat serta menjaga keseimbangan antara harga dan daya beli masyarakat.